Blog Attention

1 Apr 2012

Keutamaan Ilmu Dibanding Harta Benda

Harta dan ilmu, merupakan dua hal yang sangat dekat dan kental dengan kehidupan  manusia. Manusia tidak mungkin akan bisa hidup tanpa adanya harta. Dengan harta, manusia tentu akan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun disisi lain, manusia juga tidak bisa lepas dari ilmu. Dengan ilmu, manusia tentu akan dapat memenuhi kebutuhan rohaninya, sehingga manusia itu dapat berguna dan bermanfaat bagi manusia lainnya.

Firman Allah dalam al-Qur’an, yang artinya :
"Katakanlah: "Apakah sama antara orang-orang yang mengetahui - yakni berilmu - dan orang-orang yang tidak mengetahui - yakni tidak berilmu." (QS : az-Zumar: 9)
"Allah mengangkat orang-orang yang beriman dari engkau semua dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dengan beberapa derajat." (QS: al-Mujadalah: 11)

Dari Ibnu Mas'ud ra., berkata: "Rasulullah saw., bersabda:
"Tiada kehasudan yang dibolehkan melainkan dalam dua perkara, yaitu: seseorang yang dikaruniai oleh Allah akan harta kekayaan, kemudian ia mempergunakan untuk membela apa-apa yang hak - kebenaran , dan orang yang dikaruniai ilmu pengetahuan oleh Allah, kemudian ia memberikan keputusan dengan ilmunya itu dengan hikmat- serta mengajarkan ilmunya itu kepada orang lain." (HR: Bukhari-Muslim)

Dari Abu Musa ra., katanya: "Nabi saw., bersabda:
"Perumpamaan dari petunjuk dan ilmu yang dengannya saya diutus oleh Allah itu adalah seperti hujan yang mengenai bumi. Di antara bumi itu ada bagian yang baik, yaitu dapat menerima air, kemudian dapat pula menumbuhkan rumput dan lalang yang banyak sekali, menahan masuknya air dan selanjutnya dengan air yang bertahan itu Allah lalu memberikan kemanfaatan kepada para manusia, karena mereka dapat minum daripadanya, dapat menyiram dan bercucuk tanam. Ada pula hujan itu mengenai bagian bumi yang lain, yang ini hanyalah merupakan tanah rata lagi licin. Bagian bumi ini tentulah tidak dapat menahan air dan tidak pula dapat menumbuhkan rumput. Jadi yang sedemikian itu adalah contohnya orang pandai dalam agama Allah dan petunjuk serta ilmu yang dengannya itu saya diutus, dapat pula memberikan kemanfaatan kepada orang tadi, maka orang itupun mengetahuinya - mempelajarinya, kemudian mengajarkannya - yang ini diumpamakan bumi yang dapat menerima air atau dapat menahan air, dan itu puIalah contohnya orang yang tidak suka mengangkat kepala untuk menerima petunjuk dan ilmu tersebut. Jadi ia enggan menerima petunjuk Allah yang dengannya itu saya dirasulkan - ini contohnya bumi yang rata serta licin." (HR: Buchari-Muslim)

Dari Abu Hurairah ra., berkata: "Rasulullah saw., bersabda:
"Apabila seorang anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka putuslah  amalannya kecuali  tiga macam perkara, yaitu : sedekah jariah , ilmu yang dapat diambil manfaatnya dan anak yang shalih yang selalu  mendoakan untuknya." (HR: Muslim)
Dari Abuddarda' ra., berkata: "Saya mendengar Rasulullah saw., bersabda:
"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari sesuatu ilmu pengetahuan di situ, maka Allah akan memudahkan untuknya suatu jalan untuk menuju syurga, dan sesungguhnya para malaikat itu niscayalah meletakkan sayap-sayapnya kepada orang yang menuntut ilmu itu, karena ridha sekali dengan apa yang dilakukan oleh orang itu. Sesungguhnya orang alim itu niscayalah dimohonkan pengampunan untuknya oleh semua penghuni di langit dan penghuni-penghuni di bumi, sampaipun ikan-ikan yu yang ada di dalam air. Keutamaan orang alim atas orang yang beribadat itu adalah seperti keutamaan bulan atas bintang-bintang yang lain. Sesungguhnya para alim ulama adalah pewarisnya para Nabi, se-sungguhnya para Nabi itu tidak mewariskan dinar ataupun dirham, hanyasanya mereka itu mewariskan ilmu. Maka barangsiapa dapat mengambil ilmu itu, maka ia telah mengambil dengan bagian yang banyak sekali." (HR: Abu Dawud dan Termidzi)

Di bawah ini adalah paparan beberapa catatan sebagai dasar filosofi yang saya kutip dari beberapa sumber untuk kita ketahui bersama, sebagai berikut:

Ilmu pengetahuan itu adalah warisan para nabi, sedangkan harta kekayaaan adalah warisan Qarun, Syadad dan lain-lain. Oleh karena itu, ilmu pengetahuan lebih mulia dari pada harta kekayaan.

Ilmu dapat menjaga dan memelihara pemiliknya, sedangkan harta, pemiliknyalah yang harus menjaga dan memeliharanya. Ilmu Juga tidak akan dapat dicuri, sedangkan harta benda mudah dicuri dan dapat lenyap. Seseorang semakin banyak harta yang dimilikinya, maka akan semakin sibuk berusaha untuk menjaganya dari incaran orang-orang yang ingin merampas harta tersebut. Sedangkan ilmu, semakin banyak ilmu yang dimiliki seseorang, maka akan semakin terjaga pula orang tersebut dari hal-hal yang bisa membahayakan dirinya.

Orang berilmu ibarat gula yang mengundang banyak semut. Dia menjadi cahaya bagi diri dan sekelilingnya, dan akan lebih banyak sahabatnya. Sedangkan orang yang banyak hartanya bisa jadi akan lebih banyak musuhnya.

Ilmu bila disebarkan atau diajarkan akan bertambah sedangkan harta kalau diberikan kepada orang lain akan menjadi berkurang. Rahasia membangun kepercayaan adalah tiada hari tanpa bertambah ilmu, tiada hari tanpa bertambah wawasan, tiada hari tanpa mendapatkan koreksi.

Ilmu tidak ada batasnya, sedangkan harta benda ada batasnya dan dapat dihitung jumlahnya. Orang yang tidak punya ilmu seperti memasuki hutan belantara, tetapi tidak membawa peta.

Ilmu tidak bisa binasa hingga akhirat, sedangkan harta kekayaan dapat lenyap dan habis karena masa dan usia. Barang siapa yang ingin dunia harus dengan ilmu, ingin akhirat harus dengan ilmu, ingin dunia dan akhirat harus dengan ilmu.

Ilmu memberi dan memancarkan sinar kebaikan, menjernihkan pikiran dan hati serta menenangkan jiwa, sedangkan harta kekayaan pada umumnya dapat menggelapkan jiwa dan hati pemiliknya.” Ilmu yang benar akan membangkitkan sifat tawadhu. Seorang alim semakin bertambah ilmu semakin sadar akan luasnya ilmu Allah.

Orang yang berilmu mencintai kebajikan dan sebutannya mulia seperti si ‘Alim, dan sebutan mulia lainnya. Sedangkan, orang yang berharta bisa melarat dan lebih cenderung kepada sifat-sifat kikir dan bakhil.

Orang yang berilmu lebih mendorong untuk mencintai Allah. Sedangkan harta benda dapat membangkitkan rasa sombong, congkak dan takabur. Keuntungan itu tidak selalu berwujud materi, boleh jadi terhalangnya dari materi adalah keuntungan bagi kita untuk mendapatkan ilmu dan hikmah yang lebih berharga.


Sumber Rujukan :